Email:  Password:
 Lupa Password?   Buat Akun

Our Favorite Writer

More on this writer »

Tantra Yogaarahkan mouse pada gambar untuk perbesar

Tantra Yoga

Rp50.000,-

5 dari 5 Bintang!


Penulis:
Format:Soft Cover, dengan Jaket
Ukuran:11 x 18 cm.
Halaman:402 hal.
Kondisi: Baru
ISBN: 979-686-408-8
Berat:310 gram
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan:Mei 2001
Terbit pertama: 2001

  Share



Tantra adalah istilah ajaib dan kaya makna. Salah satunya adalah tanoti - one that expands, sesuatu yang terus berekspansi, terus meluas. Bisa juga diterjemahkan sebagai sesuatu yang bisa membebaskan - trayate. Terjemahan lain adalah metode. Tantra juga berarti web, jaringan. Kaitannya bukan dengan "inter" tetapi dengan "inner".

Dengan latihan yang dilengkapi dengan ilustrasi, anda akan memasuki Tantra dari sudut yang mungkin selama ini belum pernah anda dengar. Melalui Tantra Yoga ini, Anand Krishna akan membimbing anda untuk mengakses "Inner-Net" - jaringan di dalam diri, yang akan membuat anda bebas, dan terus berekspansi.

Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”

Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.

Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org Media Indonesia, Minggu, 6 Januari 2002

Di buku ini Anand Krishna mengajak pembaca untuk memasuki Tantra--Inner-Net, jaringan dalam diri dari sudut hubungan Guru dan Siswa, Hubungan Mursyid dan Murid. Sebagai sarana memasukinya, Anand mengulaskan Lagu Mahamudra. Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seorang Guru, Tilopa untuk seorang Murid, Naropa seribu tahun yang lalu. Sebelum dibukukan materi ini disampaikan oleh Anand di kelas Tantra Yoga, di Anand Ashram--pedepokan yang dia dirikan di tahun 1991. Lagu Mahamudra yang terdiri dari 28 bait itu diulas oleh Anand dalam 7 kali pertemuan.

Tilopa adalah sang Guru lahir di Bengal, India tahun 988. Sejak berusia 20 tahun dia sudah menguasai cukup banyak bahasa dan kitab suci. Namum perjalanan spiritualnya baru dia mulai ketika ego dia terpukul oleh satu kata tidak bermakna yang dia tidak tahu artinya. Sebuah kata yang diucapkan seorang wanita buruk rupa ketika Tilopa marah besar atas ulang wanita itu meludahi buku suci yang ia sedang baca,. Perjalanan Tilopa berawal dari kebingunan dan kepenasaran dia akan arti dari kata yang diucapkan wanita tersebut.

Sedangkan sang murid, Naropa hidup pada tahun 1016-1100. Naropa adalah seorang ilmuwan yang menguasai beberapa cabang Ilmu. Pengembaraanya mencari sang Guru, Tilopa, dimulai ketika seseorang mengatakan bahwa dia tidak mengetahui "arti sebenarnya" dari apa yang sedang dibacanya. Diceritakan oleh Anand, sebelum bertemu dengan Sang Guru, Naropa mendapatkan 12 pelajaran pendahuluan. Salah satunya adalah "Pekerjaan adalah pekerjaan. Jangan menganggap yang satu lebih baik dari pada yang lain". Cara Anand menuturkan ke 12 pelajaran pendahuluan yang diperoleh oleh Naropa sangat memikat. Setiap saat Naropa sadar bahwa kejadian yang dialami adalah pelajaran dari sang Guru, pelajaran untuk mempersiapakan dirinya bertemu dengan sang Guru, Anand selalu menandai dengan kata-kata "Naropa, Naropa-aku Tilopa. Kamu tidak mengenaliku. You missed me!"

Mahamudra adalah "The Supreme State of Being". Keadaan tertinggi, maqam tertinggi. Keseimbangan diri yang tak tergoyahkan, tak terpengaruh oleh pengalaman suka dan duka. Panas dan Dingin. Asam dan Manis (hal.172).

Bagaimana cara mengakses keadaan tertinggi, maqam tertinggi ini ?

Inilah yang disampaikan oleh Anand dalam buku Tantra Yoga. Tantra berarti jalan (salah satu artinya) sedangkan yoga berati union, persatuan. Lewat TantraYoga, Anand menunjukkan jalan yang bisa sitempuh menuju persatuan dengan Tuhan, Allah, "The Supreme State of Being", keadaan tertinggi, maqam tertinggi.

Di buku ini Anand Krishna menuturkannya dengan bahasa yang sangat, sangat ringan apa yang disampaikan oleh Tilopa pada Naropa. Bukan hanya itu, Anand juga menyuguhkan latihan-latihan untuk mencapai Mahamudra, keadaan tertinggi. Latihan-latihan ini pemberian Tilopa, para Yogi, para tantric sejak ribuan tahun yang sedikit diimprovisasi disesuiakan dengan jaman oleh Anand.

Step pertama untuk mengakses keadaan tertinggi ini adalah kita perlu "megambil" lagu mahamudra ini (ajaran rahasia ini), kemudian taruh di hati (pergunakan hati untuk memahami/mencerna) dan nyanyikan (praktekkan). Jangan taruh di otak karena apa yang disampaikan ini tidak untuk dibahas, dipikirkan tetapi untuk dijalani, dilakoni. Penelitian sudah selesai demikian menurut Anand.

Releksasi, santai adalah kuncinya. Kunci untuk melampaui alam pikiran, mengases maqam tertinggi. Tilopa lewat Naropa bukan hanya menganjurkan untuk rileks tetapi juga memberi tips bagaimana melakukan releksasi yang sempurna.

Misalnya dalam menghadapai sifat mind yang suka friksi, baik dan buruk. Tilopa menyarankan untuk jangan melepaskan jangan menguasai juga. Karena "keinginan" ini menunjukkan mind masih aktif, mind belum terlampoi. Lalu bagaimana ? Anand menjelaskan, dilawati saja. Sebagaimana anda melewati jalan menuju rumah. Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan" Wah, jalan menuju rumahku bagus sekali lho!" Tidak perlu menyesali, "Jalan menuju rumahku koq begitu kotor ya!"(hal. 114). Walaupun demikian, kata Anand, bila terasa kotor, ya ambil sapu. Sambil jalan sekalian menyapu.

Tilopa mengajak kita untuk santai, dalam pengertian tidak berhenti berkarya. Mahamudra harus dipraktekan. Mahamudra perlu diterjemahkan, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mahamudra harus menjadi Karmamudra-sesuatu yang dipraktekkan. Oleh karena itu, Anand mengatakan bahwa mahamudra harus diterjemahkan secara bebas yaitu sebagai berkarya, bekerja tanpa pamerih. Anand dengan tegas mengatakan "Duduk diam selama beberapa jam setiap hari, memperhatikan keluar-masuk nafas tidak akan menghasilkan pencerahan(keadaan tertinggi). Tetapi, bila ketenangan dan ketentraman yang anda peroleh dari latihan-latihan itu diterapkan dalam hidup sehari-hari tercerahkanlah anda!" (hal. 117).

Menurut Tilopa, Evolusi dari Roh dapat dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, tahap yang sangat dinamis. Manusia sibuk kejar mengejar. Kedua, tahap santai. Manusia sadar akan tujuan hidup. Ketiga, tahap menyatu dengan Allah. Manuasia leyap, yang ada hanyalah Dia. Anand mengatakan bahwa latihan-latihan yang ia berikan di padepokannya mengikuti tahapan yang sama. Pertama sangat dinamis. Ada catharsis segala. Kemudian santai, rileks sepeti dalam latihan Zen. Terakhir baru memasuki tahap ketiga (hal.329).

Latihan-latihan yang diberikan dalam buku ini termasuk dalam latihan untuk memasuki tahap ketiga dari evolusi Roh. Oleh kakena itu perlu dilakukan pada saat mind sudah tidak bergejolak banyak, santai rileks. Anand menyarankan sebelum melakukan latihan-latihan ini harus telah melakukan latihan pendahuluan seperti: seni memberdaya diri 1, 2, Neo Zen training dan death experience meditasi.

Anand memberikan paket latihan pada setiap pertemuan. Cukup banyak latihan yang diberikan, mulai dari latihan mempersiapakan diri agar bisa mengapresiasikan lagu mahamudra di pertemuan pertama, sampai pada tiga latihan utama dalam tantra: Maha-Mudra (untuk mencapai kesadaran utama), Maha-Bandha (untuk mempertahankan kesadaran utama) dan Maha-Vedha (untuk mengkikis habis apa saja yang menjadi penghalang bagi kesadaran utama).

Nilai lebih lain dari buku ini dalah adanya bagian tanya-jawab pada setiap pertemuan. Tanya-jawab ikut memperjelas materi yang disampikan dan latihan yang diberikan. Disamping itu, karena setting narasinya dalam bentuk ceramah, membaca buku ini, terasa seperti hadir pada saat Anand menyampaikannya secara live di kelas Tantra Yoga selama 7 minggu.

Wayan Suriastini, mahasiswa Rand Graduate School, Santa Monica, California, AS


Ulasan:

5 dari 5 Bintang oleh Marhento
Tanggal Dibuat: 08/10/2009
Buku yg bagus sekali bagi yg ingin memahami hubungan antara guru dan murid. Seorang murid harus yakin dan percaya pada sang guru jika ingin mencapai tingkat pelepasan keduniawian secara optimal.
Dalam buku ini kita disuguhi kepatuhan luar biasa dari seorang murid. Dengan jalan inilah akhirnya seorang murid bisa mencapai pencerahan purna.....


 

Berikan Komentar:


Pilih sebuah peringkat untuk produk ini. 1 bintang adalah yang terburuk dan 5 bintang adalah yang terbaik.



Catatan: Tag-tag HTML tidak diizinkan.
Catatan: Ulasan harus disetujui terlebih dahulu sebelum dapat ditampilkan