Be The Change!: Menghidupi Kebijaksanaan Mahatma Gandhi
Rp33.000,-
| Penulis: |
| Format: | Soft Cover, dengan Jaket |
| Ukuran: | 11 x 18 cm. |
| Halaman: | 102 hal. |
| Kondisi: | Baru |
| ISBN: | 978-979-22-3906-5 |
| Berat: | 140 gram |
| Penerbit: | Gramedia Pustaka Utama |
| Diterbitkan: | Juli 2008 |
| Terbit pertama: | 2008 |
| Tweet | Share |
Terkesan sangat sangar dan berani, kekerasan sesungguhnya adalah wujud dari sikap pengecut dan tak percaya diri. Orang cerdas mengerti paradoks ini; hanya orang yang benar-benar pemberani yang akan memeluk Prinsip Tanpa Kekerasan. Buku ini menampilkan 10 prinsip Ahimsa Mahatma Gandhi yang akan membuat hidup menjadi bermakna.
Prinsip Tanpa Kekerasan adalah etika tertinggi, yang merupakan tujuan seluruh evolusi. Selama kita masih melakukan kekerasan terhadap sesama manusia, kita tidak lebih baik dari binatang buas.
– Thomas Edison
Islam adalah agama yang mengajarkan Prinsip Tanpa Kekerasan. Menurut Alquran, Tuhan tidak menyukai fasad, kekerasan.
– Maulana Wahiduddin Khan Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org
Prinsip Tanpa Kekerasan adalah etika tertinggi, yang merupakan tujuan seluruh evolusi. Selama kita masih melakukan kekerasan terhadap sesama manusia, kita tidak lebih baik dari binatang buas.
– Thomas Edison
Islam adalah agama yang mengajarkan Prinsip Tanpa Kekerasan. Menurut Alquran, Tuhan tidak menyukai fasad, kekerasan.
– Maulana Wahiduddin Khan Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org


















