Email:  Password:
 Lupa Password?   Buat Akun

Our Favorite Writer

More on this writer »

Reinkarnasi: Hidup Tak Pernah Berakhirarahkan mouse pada gambar untuk perbesar

Reinkarnasi: Hidup Tak Pernah Berakhir

Rp45.000,-

4 dari 5 Bintang!


Penulis:
Format:Soft Cover, dengan Jaket
Ukuran:11 x 18 cm.
Halaman:152 hal.
Kondisi: Baru
ISBN: 979-605-927-4
Berat:140 gram
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan:2004
Terbit pertama: 1998

  Share



Ketika ulat menjadi kepompong, ia meninggalkan badan wadagnya dan lahirlah makhluk baru. Ketika saatnya tiba, badan wadag kepompong itu pecah, keluar cairan amis, dan lahirlah kupu-kupu. Karena semuanya itu masih dapat kita saksikan dengan mata kasat kita, kita menyebutnya proses metamorphose. Ketika badan wadag kupu-kupu itu hancur, kita menyebutnya kupu-kupu itu mati.

Apakah metamorphose dan kematian itu berbeda secara radikal? Lalu bagaimana dengan kematian kita? Apakah itu akhir hidup kita?

Buku ini merupakan pengalaman yang dasyat dari penulisnya, Anand Krishna. Berangkat dari pengalaman itu, ia akan memandu anda untuk mengalami :
- Perjalanan Astral
- Regresi ke masa lalu,
- Regresi ke masa kecil
- Regresi ke kelahiran sebelumnya

Tinggalkan prasangka anda, dan alamilah sendiri! Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”

Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.

Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org


Ulasan:

4 dari 5 Bintang oleh Dwi Sumaryono
Tanggal Dibuat: 02/10/2009
Masih mencoba latihan utk regresi masa lalu, soalnya sering mengalami 'sepertinya aku pernah merasakan suasana seperti ini', 'kata-kata ini sdh akrab denganku, sepertinya cuma disegarkan lagi ingatanku'. Tapi yang penting bagiku : "...waktunya sdh semakin dekat, harus kumulai sekarang, sdh terlalu lama aku menunggu..., satu lagi sdh terjadi lebih cepat dari perkiraan..."


 

Berikan Komentar:


Pilih sebuah peringkat untuk produk ini. 1 bintang adalah yang terburuk dan 5 bintang adalah yang terbaik.



Catatan: Tag-tag HTML tidak diizinkan.
Catatan: Ulasan harus disetujui terlebih dahulu sebelum dapat ditampilkan