Dari Syariat Menuju Mohabbat
Rp20.000,-
| Penulis: | Drs. Anung Inggito Ir. Harry Suryanto Ir. Yayan Sunarya Syahruddin SE |
| Format: | Soft Cover |
| Ukuran: | 11 x 17 cm. |
| Halaman: | 120 hal. |
| Kondisi: | Baru |
| ISBN: | 979-99450-2-x |
| Berat: | 110 gram |
| Penerbit: | One Earth Media |
| Diterbitkan: | Maret 2004 |
| Edisi Pertama? | Ya |
| Terbit pertama: | 2004 |
| Tweet | Share |
Ketika syariat dipahami sebagai peraturan yang baku, maka ia pun terhenti fungsinya sebagai “jalan” – jalan untuk mencapai keadaan tertinggi yang dapat dicapai seorang anak manusia.
Syariat semestinya mengantar kita pada Mohabbat, pada Kasih yang tercermin dalam pikiran, perkataan dan tindakan dalam keseharian kita.
Buku kecil ini merupakan rekaman atas perenungan sejumlah orang untuk memberikan makna baru pada penerapan syariat. Mereka berijtihad dan menemukan maknanya yang universal.
Neo syariat, dapat lahir dari semangat seperti ini. Syariat yang luwes dan akan membangkitkan Indonesia menjadi “bumi kebanggaan Para Nabi”, Bumi yang damai untuk semua agama dan kepercayaan.
Sebuah diskusi yang berbuah manis dan mencerahkan.
Dengan menjadikan syariat sebagai “jalan” untuk menuju “Mohabbat”, kita tidak akan mempersoalkan “jalan-jalan berbeda” yang ditempuh oleh para pejalan lain – karena kita semua sedang menuju sebuah tujuan yang sama. Memaksakan syariat akan menciptakan masyarakat yang “terkotak-kotak”.
Buku ini merupakan hasil diskusi bersama antara Syahruddin, SE; Ir. Harry Suryanto; Drs. Anung Inggito; Ir. Yayan Sunarya; dan Anand Krishna Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org
Syariat semestinya mengantar kita pada Mohabbat, pada Kasih yang tercermin dalam pikiran, perkataan dan tindakan dalam keseharian kita.
Buku kecil ini merupakan rekaman atas perenungan sejumlah orang untuk memberikan makna baru pada penerapan syariat. Mereka berijtihad dan menemukan maknanya yang universal.
Neo syariat, dapat lahir dari semangat seperti ini. Syariat yang luwes dan akan membangkitkan Indonesia menjadi “bumi kebanggaan Para Nabi”, Bumi yang damai untuk semua agama dan kepercayaan.
Sebuah diskusi yang berbuah manis dan mencerahkan.
Dengan menjadikan syariat sebagai “jalan” untuk menuju “Mohabbat”, kita tidak akan mempersoalkan “jalan-jalan berbeda” yang ditempuh oleh para pejalan lain – karena kita semua sedang menuju sebuah tujuan yang sama. Memaksakan syariat akan menciptakan masyarakat yang “terkotak-kotak”.
Buku ini merupakan hasil diskusi bersama antara Syahruddin, SE; Ir. Harry Suryanto; Drs. Anung Inggito; Ir. Yayan Sunarya; dan Anand Krishna Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org













